Usaha Sistem pada Bidang Miring ǀ Persamaan Usaha, Analisis Gambar, dan Pendekatan



Saat sebuah sistem berada pada permukaan bidang miring, baik licin atau kasar. Gaya bekerja pada sistem tersebut dan mengalami perubahan posisi. Bagaimana dengan usaha yang dilakukan sistem bidang miring, persamaan (rumus), analisis gambar, dan energi potensialnya?


Konsep penting yang harus tertanam adalah konsep hukum Newton 2, khususnya pada bidang miring. Kita harus paham mencari jumlah gaya netto atau sigma F pada gerak benda pada bidang miring. Bagaimana saat ada gaya gesek, gaya berat, gaya luar, atau gaya normal.

Persamaan Usaha Sistem pada Bidang Miring dengan Pendekatan Perubahan Posisi dan Perubahan Ketinggian (Perubahan Energi Potensial)
Gambar 1.1. Persamaan Usaha Sistem pada Bidang Miring dengan Pendekatan Perubahan Posisi dan Perubahan Ketinggian (Perubahan Energi Potensial)
-klik gambar untuk melihat lebih baik-


Pada bidang miring, sumbu x dan y juga berubah mengikuti permukaan bidang miring. Sumbu x sejajar bidang miring dan sumbu y tegak lurus terhadapnya. Kini, kita menggunakan acuan sudut sumbu yang baru. Perpindahan (perubahan posisi) sistem akan mengikuti sumbu x baru.


Persamaan usaha pada sistem adalah sama yaitu sigma W = sigma F. s. Kita menggunakan hukum Newton 2 untuk mencari resultan gaya yang bekerja, jika ternyata gaya yang bekerja pada sistem lebih dari satu selain gaya berat.


Ada hal yang menarik dari simbol persamaan pada gambar 1.1. yaitu W untuk usaha dan W untuk gaya berat. W gaya berat ditulis tebal atau bisa diberi tanda panah vektor di atasnya. Hal ini dilakukan karena gaya berat adalah vektor sedangkan usaha bukan. Usaha adalah energi yang bersatuan Joule.


Selain menggunakan pendekatan persamaan W = F.r atau W = F.s, kita juga bisa menggunakan pendekatan perubahan energi potensial sistem W = ΔEp karena sistem memiliki ketinggian. Hal ini hanya berlaku saat sistem terisolasi atau tidak ada gaya gesek pada permukaan atau gaya hambat medium.





Usaha pada bidang miring memiliki persamaan (rumus) yang sama dengan bukan bidang miring karena kita membuat sumbu x sejajar dengan permukaan, kita hanya perlu menguraikan komponen beratnya terjadap sumbu x. Energi potensial bidang miring juga sama saja, karena energi potensial tidak bergantung dengan lintasan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel